Review Buku The Love That Split The World

Review Buku The Love That Split The World

Review Buku The Love That Split The World

Halo guys, kali ini kita akan mencoba untuk review buku the love that split the world. Buku yang satu ini mungkin tidak anda kenal, maaf bukannya ingin meremehkan, tapi buku ini mungkin kurang dikenal. Padahal buku ini cukup bagus juga lho!

Buku ini menceritakan tentang Natalie, yang menjalani terapi untuk menghilangkan halusinasi halusinasi yang menghantuinya. Suatu hari, Natalie merasa didatangi seorang nenek tua dan menceritakan kepada Natalie mengenai awal mula terciptanya dunia ini dan legenda Amerika Latin. Tapi sekarang Natalie bertanya, dengan sebuah pesan yang diterimanya: Natalie hanya punya 3 bulan untuk menyelamatkan “Dia” yang bahkan tidak dikenalnya.

Tiga bulan untuk menyelamatkan dia, Natalie.

3 bulan? Selamatkan siapa? Bagaimana?

Sesaat setelahnya, Natalie bertemu dengan seorang laki laki, yang bernama Beau.

Sebelum Natalie bisa memecahkan teka teki ini, dia mulai mengalami keanehan dimana dia pergi ke sebuah dunia lain, dimana beberapa hal kecil di hidupnya berbeda. Di dunia itu, ada seorang laki laki tampan yang muncul di hadapannya, hilang, dan kemudian muncul kembali, lelaki yang dirasa Natalie punya hubungan erat dengannya.

Tetapi Natalie sadar, bahwa momen ini sangat tidak bisa ditebak dan menguncang pribadinya. Peringatan Nenek terhadap Natalie membuatnya menghabiskan musim panas sebelum masa masa kuliahnya untuk memecahkan misteri yang berakar dengan trauma masa lalu. Natalie, seorang anak yang diangkat di keluarga itu, yang merupakan keturunan Amerika Latin, telah berkali kali menghadapi masalah identitas karena bingung atas dunia imajinasi yang dihadapinya.

Review Buku The Love That Split The World

Alur cerita pada buku ini tergolong lambat, tapi semakin cepat pada babak setengahnya. Buku ini juga tergolong unik ketika ending pada babak akhirnya yang membuat para pembaca tertarik. Karya debut yang ditulis Emily Henry ini adalah novel berjudul Friday Night Lights meets the Time Traveler’s Wife.

Jujur saja buku ini sangat susah untuk diberikan rating. Buku ini berhak mendapatkan 3 ☆ dari 5 ☆ dengan mudah, tapi buku ini juga berhak mendapat ☆ lebih dari segi imajinasi, dan romantisme yang agak agak aneh.

Saya menganggapnya romantis tapi sebenarnya tidak, romantisme ini cukup aneh dan tidak bisa dikategorikan ke dalam romantisme, tapi romantisme yang seperti ini juga menarik. Buku ini juga bergenre paranormal dan Sci-fi, dan tentunya juga bergenre hal hal magis dan fantasi, yang dicampurkan menjadi satu menjadi sebuah cerita cinta yang kompleks.

Buku The Love That Split The World ini saya akui sangat kaya dengan keragaman, feminisme, hal hal berbau seks dan tulisan indah tua yang bagus dan mengesankan. Penulis buku ini tentu sangat memilih milih kata kata yang dipergunakan dengan sangat hati hati. Kata kata yang sangat indah untuk mengambarkan alur cerita dan setting mengenai kehidupan Natalie dengan jelas. Penuh dengan cerita Amerika Latin, adat budaya dan mitologi, buku ini mengandung energi magis yang membuatnya menjadi menarik. Cerita-cerita pendek yang diceritakan “Nenek” yang terkadang mengunjungi Natalie pada tengah malam.

Siapa si nenek? Pengantar pesan dari Amerika Latin? Penampakan? Atau hanya sekedar imajinasi Natalie? Hanya waktu yang bisa mengungkapkan semuanya.

Natalie adalah seorang karakter yang mudah disukai dan karakter yang sangat bijak. Dia adalah seorang yang sangat cepat dalam mengambil keputusan dan juga menolak untuk menganggap mantan nya sebagai musuh.

Fantasi dan Psikologi hidup bersama sama di buku ini, yang membuat pembaca menerka nerka mana yang kenyataan dan mana yang imajinasi belaka.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, buku ini akan dengan mudah mendapatkan 3 ☆. TAPI, buku ini mungkin tidak atau sedikit menggangguku. Maksudku, romantisme dalam buku ini, yang mengambarkan cinta pada pandangan pertama seperti, Wow, duh, Hey, Aku baru bertemu denganmu, dan aku tahu ini kedengarannya gila, tapi kamu sangat cantik dan aku cinta padamu. Ayolah, cinta tidak sedangkal itu, bukan?

Tapi jika anda adalah seseorang yang percaya akan cinta pada pandangan pertama, maka buku ini sangat cocok dan bagus untuk anda.

Demikian dari Review Buku The Love That Split The World. Semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih sudah berkunjung. 🙂

 

 

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: